Thursday, July 2, 2020

Viral Video Gadis ABG Dianiaya di Lapangan, Sudah Sujud Tetap Dihajar

Video tersebut langsung menyedot perhatian warganet usai diunggah oleh akun Facebook bernama @Chang May Konter Uniang. Total terdapat tiga video yang memperlihatkan kronologi aksi penganiayaan tersebut.



Dalam video pertama, korban terlihat bersujud di tengah lapangan sementara pelaku yang berada di atasnya memukulinya dengan brutal.


"Alhamdulillah video ini sudah sampai di ranah hukum, tindak pelaku dan penjempit korban. 


#Sabar ya bunga keadilan ada untukmu," demikian keterangan yang ditulis oleh akun Facebook @Chang May Konter.



Belum diketahui apa motif di balik aksi penganiayaan tersebut. Namun, terlihat jelas bahwa korban sama sekali tak bisa melakukan perlawanan karena dihantam dari atas dan dalam posisi sujud.


Akibat aksi kekerasan tersebut, korban menderita luka cakar di lengannya. Luka tersebut sempat terekam oleh kamera dan tersebar di video kedua yang diunggah oleh akun Facebook @Chang May Konter videonya.


Warganet pun merasa geram ketika menyaksikan tindak kekerasan pada anak di bawah umur itu. Mereka melampiaskan kekesalan mereka di kolom komentar akun @Chang May Konter.


"Kok rasanya pengen aku kasih pelajaran satu-satu," tulis warganet.


"Yang baju merah tak punya akhlak," kata warganet lain.


"Semoga cepat ketangkap pelakunya, diproses secara hukum. Jadi pembelajaran bagi orang tua dalam pengawasan dan mendidik anak," tulis @Dasmeri Sikumbang.





sumber
LANGSUNG SHARE KE MEDSOS...

Alasan Tante-Tante lebih suka selingkuh dengan Brondong

Sebagian wanita dewasa menyukai pria lebih muda sebagai pasangan atau teman selingkuhan. Ini terlihat dari hasil survey yang dilakukan situs kesehatan WebMd. 

Dari sepertiga respondennya yang berusia 40-69, mengatakan pernah memadu kasih bersama pria yang minimal 10 tahun lebih muda. 

Inilah Alasan Tante-Tante Lebih Menyukai "Brondong" - PoPuLaR

Dan, seperenam dari wanita berusia 50-an, mengatakan lebih suka berkencan dengan pria umur 40-an.

Fenomena ini ditanggapi Dr Tina B Tessina. Penulis buku The Unofficial Guide to Dating Again ini mengatakan, wanita tertarik pada pria lebih muda lebih karena menginginkan kebersamaan. 

Materi bukanlah hal utama lagi. Wanita punya hasrat untuk berbagi cerita atau bersenang-senang, sekali pun dilalui pula dengan aktivitas seks.

“Mungkin juga karena wanita kembali ke ‘pasar bebas’ setelah melewati perceraian yang melelahkan,” kata Tina.

Begitu pula dengan pria lebih muda alias brondong. 

Sebagian mereka ada yang memandang wanita lebih tua itu menarik. Mereka terlihat lebih menawan, matang, dan berpengalaman.

 Kemapanan finansial dan seksual juga menjadi pembuai hasrat mendapatkan wanita itu.

Brondong yang cenderung “junior” dalam segala sesuatu menjadi daya tarik sendiri. Ibaratnya, seperti perjaka yang belum tersentuh.

Wanita yang lebih tua menyukai berbagi kasih dengan pria muda yang belum matang seperti ini.

LANGSUNG SHARE KE MEDSOS...

Tolak Laporan Anak ke Ibu Kandung, AKP Priyo Dapat Penghargaan Kapolda NTB

Sikap Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah yang menolak laporan seorang anak terhadap ibu kandungnya gegara sepeda motor Rp 11 juta diganjar penghargaan. 

Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Mohammad Iqbal mengapresiasi AKP Priyo yang mengedepankan aspek kemanusiaan.


Kapolda NTB Irjen Mohammad Iqbal memberikan penghargaan kepada Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono.


Penghargaan itu diberikan Irjen Iqbal ke AKP Priyo bertepatan dengan peringatan HUT ke-74 Bhayangkaya hari ini, Rabu (1/7/2020). 


Iqbal berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi AKP Priyo dan polisi lainnya.


"Kita kasih penghargaan, dan saya usulkan juga kepada Mabes Polri untuk dapat pin emas dari Kapolri, kita usulkan. 


Tapi dalam momentum Hari Bhayangkara sudah saya kasih penghargaan tadi," kata Iqbal kepada detikcom.


Iqbal mengapresiasi AKP Priyo tidak hanya melihat penegakan hukum secara textbook. 


"Polisi itu yang dikedepankan asas kemanusiaan, perlindungan dan pengayoman. Itu lah polisi-polisi yang mengedepankan hati nurani," ujarnya.


Sebenarnya, menurut Iqbal, AKP Priyo menolak laporan itu untuk menolong pelapor tersebut. "Karena pelapor itu kan nanti dia mendapat dosa yang luar biasa, masak melaporkan wanita yang sudah mengandung, melahirkan, dan membesarkan dia. 


Sesungguhnya dia mebantu dan menolong membuka mata hati pelapor sebagai anak kandung.


Sebelumnya, seorang ibu di di Lombok Tengah, NTB, KS (61), dilaporkan anak kandungnya, MS (45), ke polisi gegara motor warisan seharga Rp 11 juta. Polisi meminta masalah itu diselesaikan secara kekeluargaan.


"Saya memandangnya secara hati nurani saja ya, saya kemarin itu secara spontanitas aja, masa sih tega ibu sendiri. 


Bahasa enaknya adalah hukum memang harus ditegakkan, wajib ditegakkan, tapi juga memandang hati nurani juga lah, dan dari perspektif norma-norma lainnya," kata Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono saat dihubungi, Senin (29/6/2020).


sumber


LANGSUNG SHARE KE MEDSOS...

Wednesday, July 1, 2020

Viral Anak Polisikan Ibu Sendiri karena Motor, Mahsun Bantah Aniaya Ibunya

Seusai viral insiden tersebut, Kalsum bercerita bahwa dirinya juga pernah mendapat perlakuan buruk dari Mahsun mulai dari serangan secara fisik hingga verbal.



Namun semua pernyataan Kalsum itu dibantah langsung oleh Mahsun.

Dikutip dari Kompas.com, Selasa (30/6/2020), Mahsun mengatakan semua yang diceritakan oleh ibunya tidaklah benar.

Ia bahkan menganggap ibunya hanya ingin menjelek-jelekkan namanya.

"Ibu itu hanya ingin menjelek-jelekan saya, dia bilang diancam, dipukul, merasa dia aja yang paling benar. Ibu macam apa itu kalau begitu caranya," kata M saat dikonfirmasi via telepon.

Kemudian terkait soal motor, Mahsun keberatan saat Kalsum menaruh motor tersebut di tempat lain.

"Motor itu dia bawa ke rumah saudaranya, padahal itu kita beli dari harta warisan. Jadi saya juga punya hak terhadap motor itu, itu yang saya keberatan" kata M.

Kalsum: Dikatain Kotor, Ditonjok Pernah

Seperti yang diketahui M mempolisikan ibunya hanya karena masalah motor sebesar Rp 15 juta.

Laporan itu pun ditolak langsung oleh Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono yang menyayangkan sikap M terhadap Kalsum.

Selain dilaporkan ke polisi, Kalsum mengaku dirinya juga pernah diperlakukan kasar oleh anaknya tersebut.

Dikutip dari Kompas.com, Selasa (30/6/2020), Kalsum merasa sedih karena mendapat perlakuan yang buruk dari anak kandungnya sendiri.

"Perasaan sedih, dia anak kandung saya, keluar dari rahim saya, bukan anak tiri, hati saya merasa sedih," kata Kalsum dalam bahasa Sasak ditemui Kompas.com, Senin (29/6/2020).

Kalsum mengatakan banyak perlakuan buruk yang dilakukan oleh M mulai dari kekerasan fisik, hingga kekerasan verbal.

"Dia sering katain saya kotor, ditonjok pernah, dia juga sering menyuruh saya pergi (diusir)" kata Kalsum dengan meneteskan air mata.

Meskipun kerap mendapat perlakuan yang tak sepatutnya dilakukan oleh anak sendiri, Kalsum tetap mendoakan yang terbaik bagi M.

Pihak kepolisian mengatakan M merasa keberatan ketika motor yang dibeli dari hasil menjual tanah warisan justru digunakan oleh saudaranya.

"Si anak (pelapor) menjual tanah bapaknya Rp 200 juta, ibu nya dikasih Rp 15 juta, kemudian belilah motor ibunya. Kemudian motor itu dia pakai sama saudaranya, si anak keberatan," kata Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono.




LANGSUNG SHARE KE MEDSOS...

Monday, June 22, 2020

Setelah menikan, tinggal bareng Mertua atau Ngontrak alakadar nya?



Kamu pilih yang mana?


Setiap pilihan punya resikonya masing-masing. Sebelum memilih, pastikan kamu dan suami sudah memikirkan matang-matang tentang kedua opsi itu.

Pasti semua pasangan yang baru menikah akan menghadapi dilema akan tinggal dimana. Hal ini mengingat pasangan tentunya akan tinggal bersama, kecuali yang memutuskan untuk LDM (Long Distance Marriage.

Nah, dua pilihan yang biasanya membuat mereka bingung adalah tinggal bareng mertua atau ngontrak sendiri. Ada yang bilang seindah-indahnya tinggal di rumah mertu, masih lebih enak tinggal sendiri meski rumah kontrak ala kadarnya.

Ada pula yang memilih tinggal dengan mertua dan terima segala konsekuensinya, karena jika dihitung-hitung tinggal dengan mertua jauh lebih baik.

Sebelum memilih coba ketahui dulu ini enak dan gak enaknya kedua pilihan tersebut.

Tinggal di Rumah Mertua

Gak Enaknya Tinggal Bareng Mertua


Berikut adalah daftar gak enak-nya tinggal bareng dengan mertua

Mertua ikut campur urusan rumah tangga

Tidak bisa dipungkiri, ini jadi salah satu pertimbangan berat bagi pasangan yang baru menikah jika tinggal dengan mertua. Pasti ada saatnya mertua ikut nimbrung ketika kita menghadapi masalah atau saat menjalani peran di rumah tangga.

Misalnya mertua ikut ngurusi makanan untuk anak kita, padahal kita gak cocok dengan pilihan orang tua. Tapi orang tua ngeyel menyarankan dan ngambek jika tak dituruti.

Jika ada pertengkaran, biasanya mertua akan lebih membela anaknya dibandingkan dengan menantunya.

Terikat peraturan mertua


Jika tinggal di rumah mertua, maka kita harus taat dengan aturan di rumahnya. Tak jarang ini juga menjadi sumber konflik antara mertua dan keluarga kecil kita.

Misalnya perkara hemat dalam penggunaan air. Terkadang kita sebagai anak muda sudah merasa penggunaan air sudah hemat. Namun mertua punya ukuran sendiri yang lebih terkesan irit. Kalau sudah begini, tentu tak nyaman jika harus tinggal dengan aturan yang buat kita tak masuk akal.

Tidak leluasa melakukan kebiasaan

Setiap orang pasti punya norma-norma yang dijunjung tinggi, termasuk mertua. Kadang hal ini menjadi sumber konflik juga apalagi mengingat perbedaan usia yang jauh tentunya mendorong perbedaan bagaimana cara berpikir dan berperilaku.

Misalnya, mertua menganut kebiasaan makan tidak boleh sambil tiduran dan menggunakan pakaian yang sopan saat di rumah.

Sedangkan anak muda biasanya ingin bebas dan tidak banyak aturan. Jadi lebih suka pakaian mini saat di rumah atau tak menjadikan ngemil sambil tidur sebagai masalah.

Jika kita sembarang dan tidak ikut kebiasaan di rumah mertua ya sudah tentu akan menjadi petaka untuk keharmonisan keluarga.

Enaknya Tinggal Bareng Mertua

Nah itu gak enaknya tinggal bareng dengan mertua. Lalu ada gak ya enaknya tinggal dengan mertua?

Jangan memandang sebelah mata ya, tinggal di rumah mertua juga bisa jadi surga untuk pasangan-pasangan tertentu.

Apalagi kalau mertuanya baik bagai malaikat dan pikirannya lebih terbuka dengan perbedaan.

Lebih akrab dengan mertua


Tinggal bersama mertua bisa memungkinkan kita lebih dekat dengannya loh. Apalagi kalau mertua senang kasih nasehat atau bantu kita.

Misalnya bisa belanja bareng, masak bareng, bantu-bantu kita merawat anak. Alhasil kalau ketemu mertua gak tegang, justru merasa seperti sahabat karena sangat akrab dan perhatian dengan kita.

Bisa lebih hemat

Selain itu, tinggal bareng mertua juga bisa menghemat pengeluaran kita. Tentunya kita tak perlu alokasikan uang untuk kontrak rumah.

Tapi setidaknya bantu sedikit-sedikitlah untuk biaya listrik dan air. Jadi uangnya bisa ditabung untuk beli rumah atau kebutuhan keluarga lainnya.

Anak bisa dekat dengan neneknya

Selain itu, anak juga bisa dekat dengan neneknya. Punya figur lain yang bisa diajak ngobrol dan bermain. Baik anak dan nenek tentu akan merasa bahagia.

Sama halnya dengan tinggal bareng mertua. Ngontrak yang dibayangkan orang selalu lebih menarik juga nyatanya ada gak enaknya juga lo.

Enaknya Ngontrak Sendiri

Privasi terjaga dan bisa lebih bebas


Nah enaknya tinggal sendiri adalah privasi rumah tangga terjaga. Jika kamu dan pasanganmu sedang bertengkar, orang tua tidak tahu dan kamu punya ruang bebas untuk mendiskusikannya dengan pasangan tanpa perlu sungkan dengan mertua.

Kamu juga bebas melakukan kebiasaan dan hobimu tanpa perlu mematuhi aturan dari orang lain. Asalkan aturan tersebut sudah disepakati bersama dengan suami.

Belajar hidup mandiri

Dengan tinggal ngontrak, maka kamu dan pasangan bisaa belajar mandiri menghadapi berbagai masalah rumah tangga. Disitu kamu akan benar-benar belajar dan bertanggung jawab atas setiap peran yang kamu emban.

Tentu hal ini akan membentuk kamu jadi ibu yang benar kuat dan mandiri. Serta melatihmu untuk menyelesaikan masalah sendiri tanpa harus bergantung dengan orang lain seperti orang tua atau mertua.

Merawat anak dengan caramu sendiri

Biasanya setiap orang punya perbedaan cara dalam merawat dan mendidik anak. Antara suami dan kamu saja ada perbedaan apalagi dengan mertua yang sudah beda jauh jamannya dengan kamu.

Jika tinggal sendiri, kamu bebas akan merawat dan mendidik anakmu seperti apa tanpa ada paksaan dan tuntutan dari orang tua untuk begini dan begitu. Sehingga kamu lebih merasa nyaman tanpa perlu tertekan dalam mendidik anak.

Gak Enaknya Ngontrak

Lebih boros

Dengan tinggal ngontrak tentunya penggunaan dana akan lebih boros daripada tinggal bareng mertua. Sebab kita harus mengeluarkan uang untuk sewa rumah dan membeli banyak perlengkapan baru.

Tak dapat bantuan dari mertua

Meski kadang ada perbedaan cara berpikir dan berperilaku dengan orang tua. Tapi kadang kita juga perlu lho bantuan orang tua. Apalagi jika masa-masa awal pernikahan.

Misalnya butuh tahu caranya mandiin anak dengan benar, gendong anak, dan bantu kasih saran jika kita ada masalah-masalah tertentu.

Sebab tak bisa dipungkiri mertua lebih punya banyak pengalaman dibandingkan dengan kita. Apalagi jika kita bekerja, biasanya mertua lah yang bantu jaga anak kita.

Nah jika tak ada mertua, terpaksa kita harus pekerjakan baby sitter untuk menjaga anak kita. Hal ini berdampak juga pada membengkaknya pengeluaran.

Itulah enak dan gak enaknya tinggal dengan mertua dan ngontrak sendiri, kalau kamu pilih yang mana?

LANGSUNG SHARE KE MEDSOS...